Impor daging ayam asal Brasil tidak bisa dilarang

ANTARA - Kementerian Perdagangan akan membuka kran impor daging ayam dari Brasil. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita , di Bandung, Jawa Barat, Senin (16/9), mengungkapkan Indonesia kalah gugatan dari Brasil pada sidang ...
« Kembali Baca berita lengkap »

ANTARA NEWS

Messi dinyatakan bugar untuk pertandingan melawan Dortmund

Bintang Barcelona Lionel Messi dinyatakan bugar menjelang pertandingan pembukaan Liga Champions klub Katalan itu melawan Borussia Dortmund pada Rabu dini hari WIB. Kabar gembira bagi para penggemar Barca ini dirilis pihak ...

19 jam21 menit Antaranews

ANTARA NEWS

DPK Hikmah Wakilah tumbuh 28 persen pada Agustus 2019

Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Hikmah Wakilah mencatat penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) pada Agustus 2019 sebesar Rp85,84 miliar atau tumbuh 28,35 persen dibanding dengan periode yang sama tahun lalu yang sebesar ...

19 jam21 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Jikalahari: Presiden Jokowi hentikan polusi asap secara permanen

Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) Riau meminta Presiden RI, Jokowi untuk memerintahkan Menteri terkait, Kapolri, OJK dan Perbankan, BRG, BNPB, BMKG serta gubernur dan bupati menghentikan polusi asap dampak ...

19 jam21 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Indosat Digital Camp beri 10.000 beasiswa "coding" bersertifikat

Indosat Ooredoo Digital Camp (IDCamp) mendapatkan antusiasme tinggi dari masyarakat Indonesia khususnya generasi muda, dengan jumlah peserta pada satu bulan pertama peluncuran mencapai 19.000 peserta dari target penerima beasiswa ...

19 jam21 menit Antaranews

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

ANTARA NEWS

Penanganan karhutla, Jokowi kunjungan kerja ke Riau

Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Riau dalam rangka berkoordinasi mengenai penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Erlin Suastini, ...

19 jam22 menit Antaranews

KONTAN

Ekonomi memburuk, China diprediksi bakal melunak dalam negosiasi perang dagang

Ekonomi memburuk, China diprediksi bakal melunak dalam negosiasi perang dagang.

19 jam22 menit Kontan

KONTAN

Begini cara jitu emiten farmasi pelat merah perbaiki rasio utang

Salah satu cara emiten farmasi perbaiki rasio utang adalah dengan mengatur  em>term of payment /em> utang.

19 jam22 menit Kontan

KONTAN

Meski efek tak signifikan, lonjakan harga minyak jadi angin segar bagi harga batubara

Tak menutup kemungkinan kenaikan harga batubara berlanjut dalam waktu dekat seiring serangan kilang minyak Saudi Aramco.

19 jam22 menit Kontan

KONTAN

Ini rekomendasi saham emiten minyak setelah kilang minyak Saudi Aramco diserang

Harga minyak dunia memanas setelah serangan terhadap kilang minyak Saudi Aramco

19 jam22 menit Kontan

KONTAN

Dalam waktu dekat, pasar obligasi Indonesia dipengaruhi efek agenda FOMC

Pertemuan FOMC pada tengah pekan ini akan sangat berpengaruh terhadap kondisi pasar obligasi Indonesia. 

19 jam22 menit Kontan

KONTAN

Pialang Asuransi Nasional Indonesia Jaya kantongi izin usaha dari OJK

Pialang Asuransi Nasional Indonesia Jaya kantongi izin usaha dari OJK.

19 jam22 menit Kontan

KONTAN

Kredit ke sektor pariwisata masih cerah

Sektor pariwisata masih menjanjikan untuk penyaluran kredit baru bagi sejumlah perbankan di tanah air.

19 jam22 menit Kontan

KONTAN

Bank syariah dorong pembiayaan produktif

Sepanjang semester 1-2019, perbankan syariah nasional mencatatkan kinerja pembiayaan yang mumpuni.

19 jam22 menit Kontan

KONTAN

Indonesia darurat asap,PBNU instruksikan untuk menyenggarakan Shalat Istisqa

PBNU meminta pemerintah segera melakukan langkah-langkah pemadaman dan penanganan asap

19 jam22 menit Kontan

KONTAN

Ideas: Pangkas utang, belanja negara perlu dibatasi

Indonesia Development and Islamic Studies (Ideas) menilai utang pemerintah sudah tidak sehat dan perlu dikurangi. 

19 jam22 menit Kontan

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

KONTAN

Pengusaha berharap Omnibus Law efektif harmonisasi perizinan

Kadin Indonesia mengapresiasi langkah pemerintah merancang Omnibus Law terkait perizinan. 

19 jam22 menit Kontan

KONTAN

Perbaiki neraca dagang, Indonesia harus mempersempit neraca nonmigas dengan China

Indonesia harus mempersempit neraca nonmigas dengan China untuk memperbaiki kinerja neraca perdagangan.

19 jam22 menit Kontan

KONTAN

Pemerintah cermati dampak kenaikan harga minyak terhadap neraca dagang

Kenaikan harga minyak mentah secara signifikan berpotensi mempengaruhi kinerja neraca perdagangan di sepanjang sisa tahun ini.

19 jam22 menit Kontan

BISNIS

Tidak Sepakat Kontrak Baru, Karyawan GM Mogok Kerja

Para pekerja yang tergabung dalam United Auto Workers atau UAW melakukan aksi mogok untuk meminta General Motors melakukan perbaikan kontrak kerja.

19 jam22 menit Bisnis

BISNIS

Jam Kerja ASN di Kalteng Berkurang Akibat Kabut Asap

Pengurangan jam kerja aparatur sipil negara dan tenaga kontrak di lingkungan pemerintah Provinsi Kalteng.

19 jam22 menit Bisnis

BISNIS

Ada Tambahan Anggaran Rp441 Miliar untuk Kemenhub 2020, Ini Alokasinya

Tambahan anggaran untuk membangun infrastruktur transportasi di 10 destinasi wisata prioritas yang di dalamnya termasuk empat destinasi pariwisata super prioritas dan satu destinasi pariwisata unggulan.

19 jam22 menit Bisnis

BISNIS

Hingga Agustus, Ekspor Jateng Tembus US5,8 Miliar

Badan Pusat Statistik melansir data ekspor sementara Jawa Tengah pada JanuariAgustus 2019 mencapai US$5.817,1 juta, atau US$5,82 miliar.

19 jam22 menit Bisnis

BISNIS

Sektor Pariwisata Menjadi Penopang Pertumbuhan Transaksi Kartu Kredit

Berdasarkan data Bank Indonesia, pertumbuhan volume transaksi kartu kredit per Juli 2019 tercatat naik 7,17 persen secara tahunan (year on year/yoy). Padahal pada Juni 2019, pertumbuhan tersebut tercatat turun 1,97 persen yoy.

19 jam23 menit Bisnis

BISNIS

Pemprov Kaltim Klaim Penanganan Kabut Asap Sesuai SOP

Pemerintah provinsi Kalimantan Timur mengklaim aktivitas penanganan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada.

19 jam23 menit Bisnis

BISNIS

10 Saham Paling Diburu Asing pada Perdagangan 16 September

Saham PT Bumi Resources Tbk. tercatat menjadi yang paling aktif diperdagangkan oleh investor asing pada perdagangan hari ini, Senin (16/9/2019).

19 jam23 menit Bisnis