Nil Maizar: perjalanan Persela Lamongan cukup bagus

Nil Maizar yang ditunjuk menjadi nahkoda Persela Lamongan sejak pekan ke-7 menyatakan perjalanan tim berjuluk Laskar Joko Tingkir ini relatif bagus dalam mengarungi Liga 1 Indonesia 2019. Hingga memasuki pekan ...
« Kembali Baca berita lengkap »

ANTARA NEWS

Betis pecahkan rekor transfer untuk datangkan Borja Iglesias

Real Betis memecahkan rekor transfer mereka untuk mendatangkan penyerang Borja Iglesias dari Espanyol secara resmi pada Rabu. Laman resmi Betis menyebut mereka membayarkan nilai klausa pembelian Iglesias dalam kontrak Espanyol ...

42 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Penghargaan Achmad Bakrie untuk Anna Alisjahbana

Aktivis kesehatan Anna Alisjahbana (kiri) menerima Penghargaan Achmad Bakrie (PAB) XVII 2019 dari Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (tengah) di Jakarta, Rabu (14/8/2019). Yayasan Achmad Bakrie bersama Freedom Institute dan ...

42 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Rektor IAIN mewaspadai kelompok radikal masuk kampus

Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Fattahul Muluk Papua DR Idrus Alhamid mewaspadai ajaran kelompok radikal masuk kampus dengan tidak memberikan ruang atau tempat diskusi bagi organisasi yang tidak jelas asal ...

42 menit Antaranews

ANTARA NEWS

BNPB-BMKG serahkan alat deteksi dini gempa ke BPBD Pandeglang

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo bersama Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menyerahkan alat pendeteksi dini besaran guncangan gempa bumi kepada Badan ...

42 menit Antaranews

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

ANTARA NEWS

Gomes : Tidak gampang mengalahkan Persipura dikandang

Pelatih Kalteng Putra Gomes de Oliviera menilai tidak gampang untuk mengalahkan tim sekelas Persipura Jayapura, apalagi bermain dikandang lawan di stadion Mandala, Kota Jayapura, Papua. "Saya kira laga sore tadi cukup ...

43 menit Antaranews

KONTAN

Ambil untung, kepemilikan asing di SBN mengempis

Kepemilikan asing di Surat Berharga Negara (SBN) menyusut.

43 menit Kontan

KONTAN

Pesanan operator telekomunikasi dongkrak bisnis fiber optic Sarana Menara (TOWR)

Sarana Menara Nusantara (TOWR) mendapatkan pesanan pembangunan fiber optic sepanjang 31.300 km.

43 menit Kontan

KONTAN

Danareksa Investment Management memudahkan berinvestasi melalui aplikasi mobile

Reksadana adalah solusi bagi investor pemula

43 menit Kontan

KONTAN

Penurunan kepemilikan asing di SBN didominasi sentimen eksternal

Dalam 10 hari, kepemilikan asing pada SBN turun Rp 7,87 triliun.

43 menit Kontan

KONTAN

Risiko resesi ekonomi meningkat lagi, indeks bursa Wall Street jatuh

Indeks utama bursa Wall Street merosot lebih 1,5% pada Rabu (14/8), karena risiko resesi ekonomi AS meningkat.

43 menit Kontan

KONTAN

XL Axiata: Bisnis berbasis fiber optic menjanjikan

EXCL menganggarkan separuh belanja modal tahun ini untuk membangun infrastruktur jaringan.

43 menit Kontan

KONTAN

Saham Sariguna Primatirta (CLEO) cetak rekor tertinggi, ini rekomendasi selanjutnya

Harga saham CLEO mencatat rekor tertinggi sejak IPO pada Mei 2017 lalu.

43 menit Kontan

KONTAN

Pasar Indonesia menarik untuk kembangkan industri Blokchain

Akan ada Empowering Blokchain Summit di Indonesia.

43 menit Kontan

KONTAN

CEO Indodax: Teknologi blokchain bukan sebatas mata uang crypto

Sejak awal 2019 hingga saat ini jumlah startup blokchain sudah tumbuh sebanyak 30%. 

43 menit Kontan

KONTAN

Harga saham Merdeka Copper (MDKA) menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa

Harga saham emiten tambang emas ini pun mencapai rekor tertinggi sejak IPO pada 19 Juni 2015.

43 menit Kontan

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

BISNIS

Asuransi Sinar Mas Gaet Ralali.com Pasarkan Proteksi UMKM

Ada enam produk Asuransi Sinar Mas yang bakal ditawarkan di Ralali.com.

43 menit Bisnis

BISNIS

Quipper Maksimalkan Peran Artificial Intelligence

Kecerdasan buatan alias Artificial Intelligence (AI) sudah digunakan dalam bidang pendidikan.

43 menit Bisnis

BISNIS

Rumah DP Nol Jadi 'Anak Emas', Ini Komentar DPRD DKI Jakarta

Pembangunan Rumah DP Nol Rupiah menjadi tanggung jawab PD Pembangunan Sarana Jaya.

43 menit Bisnis

BISNIS

India Tuding Pakistan Bantu Militan Masuk ke Kashmir

Suasana di Kashmir masih tegang setelah Pemerintah India mencabut status khusus yang disematkan ke wilayah tersebut sejak 1947.

43 menit Bisnis

JPNN.

Pegolf dari 20 Negara Ramaikan Indonesia Open 2019

JPNN.com, JAKARTA - Pegolf dari 20 negara akan mengikuti BRI Indonesia Open 2019 yang bakal dihelat di Pondok Indah Golf Course pada 29 Agustus-1 September 2019.

43 menit Jpnn

JPNN.

PGN Ekspansi ke Segmen Hotel dan Restoran

JPNN.com, SURABAYA - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) terkait kerja sama pemanfaatan gas bumi dan penyediaan information and communication technology (ICT).

43 menit Jpnn

WOWKEREN

'Abaikan' Jennifer Dunn, Shafa Harris Pajang Foto Lawas Keluarga Bersama Ayah

Memilukan, Shafa Harris seolah begitu berharap agar keluarganya kembali utuh tanpa kehadiran Jennifer Dunn. Komentar ibunda Shafa, Sarita Abdul Mukti, semakin menyesakkan hati.

43 menit Wowkeren

WOWKEREN

Ashanty Dikritik Terlalu Terbuka Saat Pakai Baju India, Istri Anang Beri Tanggapan Mengejutkan

Penampilan Ashanty saat menjalani pemotretan dengan pakaian ala India mengundang komentar negatif. Pasalnya istri Anang Hermansyah tersebut dinilai terlalu mengumbar tubuhnya.

43 menit Wowkeren

Detik

Wisata di Gembira Loka Zoo, Cocok untuk Liburan 17 Agustus

Belum pernah mendengar Gembira Loka Zoo? Gembira Loka Zoo merupakan kebun binatang di Yogyakarta.

44 menit Detik

Detik

Juventus: Sudah Ada Peminat Dybala

Paulo Dybala dirumorkan masuk daftar jual Juventus. Direktur Juventus, Fabio Paratici, mengakui bahwa saat ini ada minat dan diskusi terkait Dybala.

44 menit Detik