Kemeriahan acara Ladies Day di arena balapan kuda Royal Ascot, Inggris

Penggemar balapan kuda mengenakan gaun dan topi di acara Ladies Day pada hari ketiga balapan kuda Royal Ascot di Pacuan Kuda Ascot, Ascot, Inggris, Kamis (20/6/2019). ANTARA FOTO/Action Images via REUTERS/Toby Melville/wsj.
« Kembali Baca berita lengkap »

KONTAN

Nokai dan Ericsson menuai berkah dari kemalangan Huawei

Huawei berada di pusaran perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan China

14 jam58 menit Kontan

KONTAN

BI tahan suku bunga, IHSG diprediksi cenderung bergerak sideways

Pergerakan IHSG diprediksi terbatas cenderung  em>sideways /em> usai BI mempertahankan suku bunga. br />  

14 jam58 menit Kontan

KONTAN

Rupiah menguat ke Rp 14.182 hari ini, bagaimana nasib besok?

Rupiah akan mengambil momentum sentimen setelah pengumuman BI dan The Fed

14 jam58 menit Kontan

KONTAN

Perbaiki cashflow, Bumi Resource Mineral targetkan produksi 100.000 ton bijih emas

Perbaiki cashflow, Bumi Resource Mineral (BRMS) targetkan produksi 100.000 ton bijih akhir tahun 2019.

14 jam58 menit Kontan

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

KONTAN

Nasib rupiah setelah The Fed dan BI kompak menahan suku bunga acuannya

Kamis (20/6) rupiah pasar spot ditutup menguat 0,61% di level Rp 14.182 per dollar AS

14 jam58 menit Kontan

KONTAN

Kembangkan Dairi Prima, Bumi Resource Mineral (BRMS) cari pendanaan bank dari China

Kembangkan proyek Dairi Prima, Bumi Resource Mineral (BRMS) cari pendanaan bank dari China.

14 jam58 menit Kontan

KONTAN

Volume penjualan industri rokok turun, ini langkah Bentoel (RMBA) menjaga kinerja

Volume penjualan industri rokok turun, ini langkah Bentoel (RMBA) menjaga kinerja.

14 jam58 menit Kontan

KONTAN

OCBC NISP: Ruang penurunan bunga dana terbuka, tapi tidak bunga kredit

OCBC NISP menilai Ruang penurunan bunga dana terbuka, tapi tidak bunga kredit.

14 jam59 menit Kontan

KONTAN

Premi asuransi kesehatan Asuransi Simas Insurtech masih mini

PT Asuransi Simas Insurtech tidak berambisi memacu premi dari lini bisnis asuransi kesehatan

14 jam59 menit Kontan

KONTAN

Premi asuransi jiwa turun 11,6% di kuartal I 2019, berikut penjelasan AAJI

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), mencatat pendapatan premi hingga Maret 2019 turun 11,6% menjadi  Rp 46,40 triliun.

14 jam59 menit Kontan

KONTAN

Bankir menanti bank sentral memangkas bunga acuannya

BI memutuskan untuk menahan suku bunga BI - 7 Days Reverse Repo Rate (BI-7DRRR) di level 6%

14 jam59 menit Kontan

KONTAN

Kebutuhan pendanaan PNM membesar menjadi Rp 12 triliun pada 2019

Kebutuhan pendanaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) membesar menjadi Rp 12 triliun pada 2019

14 jam59 menit Kontan

KONTAN

Industri asuransi jiwa bayar klaim Rp 34,5 triliun di kuartal I 2019

Klaim asuransi jiwa \tumbuh tipis 0,01% di kuartal I 2019.

14 jam59 menit Kontan

KONTAN

Ada BPJS, jumlah tertanggung asuransi jiwa menyusut

Ada BPJS, Total Tertanggung Industri Asuransi Jiwa Indonesia turun 9,1% di Q1-2019.

14 jam59 menit Kontan

KONTAN

BI perkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II melandai

BI perkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II melandai

14 jam59 menit Kontan

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

KONTAN

Evaluasi penerimaan siswa baru sistem zonasi, DPR usul buat percontohan lebih dulu

Komisi X DPR mengusulkan agar penerimaan peserta didik baru (PPDB) dengan sistem zonasi dibuat percontohan lebih dahulu.

14 jam59 menit Kontan

KONTAN

Facebook luncurkan uang kripto Libra, BI: Hanya rupiah yang sah di Indonesia

Facebook luncurkan uang kripto Libra, BI: Hanya rupiah yang sah di Indonesia

14 jam59 menit Kontan

KONTAN

Kementerian PUPR terbitkan aturan harga rumah subsidi, berikut rinciannya

Kementerian PUPR terbitkan aturan harga rumah subsidi, berikut rinciannya

14 jam59 menit Kontan

BISNIS

Viral Mas Kawin Fortuner, Kini Mobil Disita Polisi karena Curian dari Diler

Kepolisian Resor Pati, Jawa Tengah, terpaksa mengamankan mobil fortuner yang sempat ramai di media sosial karena dijadikan mahar pernikahan.

14 jam59 menit Bisnis

BISNIS

Ini Sebabnya Perempuan Indonesia Rentan Jadi Target Radikalisasi, Waspadalah!

Perempuan Indonesia dinilai rentan menjadi target radikalisasi. Penyebabnya karena faktor agama, sosial dan kultural cenderung menempatkan perempuan di dalam posisi marjinal dan subordinat.

14 jam59 menit Bisnis

BISNIS

Ringkasan Perdagangan 20 Juni: IHSG Melemah di Saat Rupiah dan Komoditas Menguat

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com hari ini, Rabu (19/6/2019):

14 jam59 menit Bisnis

BISNIS

Inpex Serahkan Revisi Rencana Pengembangan Proyek LNG Abadi

SKK Migas menyatakan Inpex Corporation telah menyerahkan revisi rencana pengembangan (PoD) Proyek LNG Lapangan Abadi, Blok Masela, Kamis (20/6/2019).

14 jam59 menit Bisnis

BISNIS

Pengembang Meikarta Terbitkan MTN Rp50,5 Miliar

Entitas anak PT Lippo Cikarang Tbk. (LPKR) yang juga perusahaan pengembang mega proyek Meikarta, PT Mahkota Sentosa Utama, merilis medium term notes (MTN) senilai Rp50,5 miliar.

14 jam59 menit Bisnis

BISNIS

Bantu Turunkan Beban Maskapai, AP II Lakukan Restrukturisasi Biaya

AP II mengaku arahan pemerintah untuk menurunkan biaya kebandarudaraan bisa menjadi kesempatan operator bandara untuk melakukan restrukturisasi biaya secara keseluruhan.

14 jam59 menit Bisnis

BISNIS

Kata KPK Soal Sembilan Pati Polri Daftar Calon Pimpinan

Siapapun yang mendaftarkan diri sebagai capim KPK diharapkan bisa memperkuat kinerja KPK lebih baik lagi.

14 jam59 menit Bisnis