Probolinggo targetkan produksi 15 juta benih ikan

Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menargetkan produksi benih ikan sebanyak 15 juta ekor pada 2018, meningkat 2 juta ekor dibandingkan target pada 2017. "Produksi dan target benih ikan di Probolinggo terus ...
« Kembali Baca berita lengkap »

ANTARA NEWS

Road to the Final Piala Dunia 2018: Kroasia

Mandzukic dan Perisic membawa Kroasia ke babak final Piala Dunia 2018 di Rusia. Tim berjuluk Vatreni itu mengalahkan Inggris 2-1, sementara gol skuad Three Lions dicetak oleh Trippier. Kroasia siap menantang Prancis dalam laga ...

16 jam22 menit Antaranews

ANTARA NEWS

10 merek mobil terlaris semester pertama 2018

Sebanyak 553.757 unit mobil terjual secara wholeslaes (partai besar pabrik ke diler) pada semester pertama 2018, naik dibandingkan periode yang sama 2017 yang terjual 533.506 unit berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan ...

16 jam22 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Invesment Award 2018

Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto (kedua kanan) bersama Kepala BKPM Thomas Lembong (tengah) berfoto bersama (dari kiri) Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu ...

16 jam22 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Zohri pernah berlatih telanjang kaki karena tak punya sepatu

Kakak kandung Lalu Muhammad Zohri, Baiq Fazilah (29) mengaku langsung menangis dan sujud sukur begitu mengetahui sang adik menjadi juara dunia setelah tercepat nomor lari 100 meter pada ajang IAAF World U20 Championships di ...

16 jam22 menit Antaranews

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

ANTARA NEWS

Pencak silat optimistis juara umum Asian Games 2018

Cabang olahraga pencak silat optimistis mampu menjadi juara umum pada Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, 18 Agustus-2 September, mengingat persiapan sudah tahap menuju kejuaraan. "Secara umum persiapan berjalan sesuai ...

16 jam22 menit Antaranews

KONTAN

Thailand optimistis bisa tahan dampak perang dagang

Menteri Perindustrian Thailand optimistis negaranya bisa menahan dampak perang dagang AS-China.

16 jam22 menit Kontan

KONTAN

BEI siapkan relaksasi aturan IPO bagi korporasi belum menghasilkan

Relaksasi ini agar korporasi belum punya pendapatan mau IPO

16 jam22 menit Kontan

KONTAN

Masih bertenaga, IHSG reli hari keempat dengan kenaikan 0,25%

IHSG Kamis (12/7) ditutup dengan penguatan 14,5 poin atau 0,25% menjadi 5.907,87. 

16 jam22 menit Kontan

KONTAN

Tahap awal, realisasi penjualan SBN ritel Investree mencapai Rp 15 miliar

Pada tahap awal, realisasi penjualan surat utang oleh Investree mencapai Rp 15 miliar.

16 jam22 menit Kontan

KONTAN

Hingga Juni, transaksi kartu debit GPN di ATM Bersama mencapai Rp 6,3 triliun

Hingga Juni 2018 sudah ada lebih dari 12 juta transaksi dengan kartu debit GPN dengan total transaksi Rp 6,3 triliun. 

16 jam22 menit Kontan

KONTAN

BI : Sudah ada 13 bank yang 100% siap implementasikan EDC untuk GPN

Kini sudah 13 dari 14 bank em>acquirer /em> telah memiliki kesiapan EDC GPN 100%.

16 jam22 menit Kontan

KONTAN

BI: Hanya 64 bank yang manfaatkan relaksasi LTV tahun 2016

Bank Indonesia (BI) mencatat hanya 64 bank yang memanfaatkan relaksasi  em>loan to value  /em>(LTV) pada 2016 lalu.

16 jam22 menit Kontan

KONTAN

Investree: 50% pembeli SBR003 pada tahap awal berasal dari kaum milenial

Dari realisasi penjualan SBR003 tahap awal di Investree secara total mencapai 200 orang, separuhnya dari milenial.

16 jam22 menit Kontan

KONTAN

BI pastikan pembebasan DP tak sama dengan DP 0%

Bank Indonesia (BI) memastikan relaksasi pembebasan rasio LTV i>  /i>untuk rumah pertama tidak sama dengan KPR DP 0%.

16 jam22 menit Kontan

KONTAN

Perang dagang dan pelemahan rupiah, investor menunda rencana investasi

Perang dagang plus pelemahan rupiah berpotensi menghambat pencapaian target investasi tahun ini.

16 jam22 menit Kontan

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

KONTAN

Bahan penyusunan Nota Keuangan 2019 diwarnai sejumlah catatan Fraksi DPR

DPR menyetujui hasil pembahasan pendahuluan RAPBN 2019

16 jam22 menit Kontan

Viva.co

PSIS Semarang Bikin Madura United Kewalahan di Babak I

Belum ada ancaman yang berarti dari PSIS Semarang dan Madura United.

16 jam22 menit Viva

Viva.co

Kegagalan di PD 1998 Dongkrak Motivasi Kroasia di Final

Ketika itu Kroasia kalah dari Prancis 1-2 di semifinal.

16 jam22 menit Viva

Viva.co

Presiden Jokowi Apresiasi Prestasi Zohri Jadi Juara Dunia

Zohri baru saja mencatatkan sejarah baru untuk Indonesia

16 jam22 menit Viva

Viva.co

Kirab Obor Asian Games 2018 Tempuh Jarak 540 Km

Asian Games harus jadi event nasional Indonesia.

16 jam22 menit Viva

Viva.co

Valerie Thomas Buka-bukaan soal Hubungan Mesra dengan Putra Ketua MPR

Mereka mengakui menjalin hubungan dekat.

16 jam22 menit Viva

Viva.co

Via Vallen Nonton Semifinal Piala Dunia di Rusia, Jagoannya Malah Keok

Via menjagokan tim Inggris.

16 jam22 menit Viva

Viva.co

Berhijab, Nikita Mirzani Belum Mau Hapus Tato

Niki saat ini sedang fokus memperbaiki fesyen busananya

16 jam22 menit Viva

Viva.co

POPCON Asia 2018 Digelar Lagi, Catat Tanggalnya!

Festival konten kreatif ini diadakan di ICE BSD.

16 jam22 menit Viva

Viva.co

Sidang Ditunda, Roro Fitria: Alhamdulillah

Roro seharusnya jalani sidang mendengarkan keterangan saksi.

16 jam22 menit Viva