Beli tanah dan bangun rumah cita-cita Zohri

Pelari jarak pendek peraih medali emas dunia U-20, Lalu Muhammad Zohri, bercita-cita ingin menjadi orang sukses dan membangunkan rumah sendiri untuk keluarga. "Kalau saya sukses mau belikan tanah, terus bangun rumah ...
« Kembali Baca berita lengkap »

ANTARA NEWS

Truk tabrak motor di Pantura, satu orang meninggal

Satu orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka-luka dalam kecelakaan lalu lintas di jalur pantura wilayah Balonggandu, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis. "Dua orang yang menjadi korban ...

16 jam6 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Komandan Korem 162/WB beri prioritas Zohri jadi tentara

Komandan Korem 162/Wira Bhakti, Kolonel Czi Ahmad Ramdhani, mengatakan, TNI AD akan memberikan peluang dan prioritas kepada Lalu Muhammad Zohri, sang peraih medali emas lomba lari 100 meter U20 di Tampere, ...

16 jam6 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Partai Demokrat: AHY jadi calon wakil ppresiden keinginan kader

Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Roy Suryo, mengatakan, pengusungan Ketua Komando Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi calon wakil presiden pada Pilpres 2019 merupakan keinginan kader ...

16 jam6 menit Antaranews

KONTAN

Saham startup teknologi mentereng di bursa, ini rekomendasi analis

Hari ini, NFC Indonesia (NFCX) menguat tajam di hari penjualan perdananya

16 jam6 menit Kontan

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

KONTAN

Analis : Tak ada masalah dengan pendanaan akuisisi Freeport

Analis Kresna Sekuritas Robertus Hardy menilai, pendanaan divestasi saham Freeport oleh Inalum tidak menjadi isu.

16 jam6 menit Kontan

KONTAN

Inflow dana asing jadi obat kuat IHSG di akhir pekan

Masuknya dana asing ke pasar modal diyakini bakal menjadi sentimen positif bagi IHSG Jumat esok.

16 jam6 menit Kontan

KONTAN

Tunggu data pertumbuhan ekonomi, IHSG besok masih berpeluang bullish

Besok IHSG sedang menguji ke arah 6.000. kalau tembus maka kemungkinan naik ke atas semakin besar. 

16 jam6 menit Kontan

KONTAN

Gembok suspensi dibuka, cermati saham INDR dan BNBR

Analis merekomendasikan investor untuk mencermati saham INDR dan BNBR pasca gembok suspensinya dibuka.

16 jam6 menit Kontan

KONTAN

Rifan Financindo Berjangka berkinerja lebihi target 1 juta lot

Hingga akhir Juni 2018, total volume transaksi perseroan mencapai 615,513 lot atau naik signifikan 148,86% 

16 jam6 menit Kontan

KONTAN

Analis : Saham unsuspensi belum cocok untuk investasi

Investor perlu mewaspadai saham unsuspensi jika ingin berinvestasi.

16 jam6 menit Kontan

KONTAN

Analis sebut aksi beli investor asing hanya sementara

Selama tiga hari terakhir, net buy asing Rp 702 miliar

16 jam6 menit Kontan

KONTAN

Jika fundamental tak bagus, efek stock split terhadap harga saham hanya temporer

Bila fundamental emiten tak menarik bagi para pelaku pasar, efek kenaikan transaksi pasca stock split hanya sementara.

16 jam6 menit Kontan

KONTAN

Analis: Pasca stock split, harga saham empat emiten ini bisa naik 6%-9%

Secara teknikal dan fundamental saham TOWR, MINA, CLEO, TOPS memiliki potensi pertumbuhan sekitar 6%-9%.

16 jam6 menit Kontan

KONTAN

Moeldoko kumpulkan pimpinan media online, ini yang dibahas

KSP Moeldoko bertemu dengan pimpinan media online, membahas soal menjamurnya media siber di Indonesia.

16 jam6 menit Kontan

KONTAN

Kasus gratifikasi Mojokerto, KPK: Subhan, tolong kooperatif

KPK memanggil mantan Wakil Bupati Malang, Subhan untuk diperiksa sebagai saksi kasus gratifikasi di Mojokerto

16 jam6 menit Kontan

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

KONTAN

Freeport siap divestasi 51% saham, ini perjalanan negosiasi dengan pemerintah

Ada empat poin utama perundingan yang disepakati dan akan menjadi target pengembangan PTFI ke depan.

16 jam6 menit Kontan

KONTAN

Ekspektasi inflasi tahun depan, perlu diwaspadai

Asumsi inflasi tahun depan yang akan dijadikan bahan penyusunan Nota Keuangan 2019 sebesar 3,5% plus minus 1% atau 2,5%-4,5%.

16 jam6 menit Kontan

KONTAN

KPK akan periksa sembilan saksi kasus korupsi DOK Aceh besok

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menjelaskan, sembilan saksi tersebut akan diperiksa di Polda Aceh, Jumat (13/7).

16 jam6 menit Kontan

KONTAN

Survei penjualan eceran meningkat 6,8%

Seiring dengan tingginya permintaan selama Ramadan dan Idul Fitri.

16 jam6 menit Kontan

KONTAN

Kegiatan investasi di Indonesia meningkat 11,73%

Berdasarkan sektor lapangan usaha, peningkatan kegiatan investasi pada triwulan II-2018 terindikasi terjadi pada seluruh sektor

16 jam6 menit Kontan

KONTAN

Iklim dunia usaha membaik ditopang semua sektor industri

Hal ini tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 20,89% pada triwulan II-2018, meningkat dari 8,23% pada triwulan I-2018

16 jam6 menit Kontan

Viva.co

Pemain Timnas Malaysia U-19 Alami Kejadian Menegangkan di Sidoarjo

Timnas Malaysia U-19 melaju ke final Piala AFF U-19.

16 jam6 menit Viva

Viva.co

Akses Venue Asian Games 2018 Masih Memprihatinkan

Cabor Pentathlon Asian Games 2018 digelar di Tigaraksa, Tangerang.

16 jam6 menit Viva

Viva.co

INASGOC ke Jalak Harupat, Toilet Berlumpur dan Gerbang Jamuran

INASGOC meminta agar masalah ini cepat diatasi.

16 jam6 menit Viva

Viva.co

Muhammad Zohri dan PASI Patut Mendapat Apresiasi

Muhammad Zohri meraih medali emas Kejuaraan Dunia Atletik U-20.

16 jam6 menit Viva